Ditulis oleh
Administrator
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang sukses menyelenggarakan Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Padang pada Kamis (18/6/2026). Bertempat di Ruang Teater Mini Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang, kompetisi ini diikuti oleh 25 siswa perwakilan terbaik dari berbagai sekolah.
Lomba kali ini mengusung tema "Memahat Ingatan Anak Bangsa akan Khazanah Budaya Lokal melalui Lomba Bertutur". Agenda tahunan ini digelar bukan sekadar kompetisi, melainkan sebagai komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan minat baca sekaligus menindaklanjuti program pengembangan budaya gemar membaca di kalangan generasi muda.
Setelah melalui persaingan yang cukup ketat, dewan juri menetapkan tiga pemenang utama:
Juara 1: Diraih oleh Zilqueen Qillani dari SDN 03 Alai Timur (Nomor Lot 11) dengan total bobot nilai 9,7.
Juara 2: Diraih oleh Haura Nazhifa Fayerniq dari SD Telkom dengan bobot nilai 9,6.
Juara 3: Diraih oleh Roman Pamulo Aroka dari SD IT Permataku dengan bobot nilai 9,4.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menyerahkan langsung hadiah berupa Tabanas (tabungan mahasiswa/pelajar) kepada para pemenang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam sambutannya saat menutup kegiatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lingkungan keluarga dalam menyuburkan budaya literasi.
"Setiap anak memiliki bakat yang luar biasa. Selanjutnya, bagaimana peran keluarga dalam meningkatkan dan mendukung bakat-bakat yang dimiliki oleh anak-anak kita, termasuk dalam mengembangkan minat literasinya," ujar Heriza.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Padang melalui dinas yang dipimpinnya akan terus berkomitmen menyediakan sarana dan prasarana penunjang literasi yang memadai di Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang.
Melalui momentum lomba bertutur ini, Heriza berharap budaya membaca di Kota Padang dapat terus tumbuh, mengakar, dan melahirkan generasi emas yang kaya akan wawasan serta cinta pada budaya lokal.