Penanganan Pasca Banjir di Perpustakaan: Mulai dari Restorasi Hingga Mitigasi Jangka Panjang
Dalam situasi darurat ini, restorasi pasca banjir harus dilakukan secara cepat, terarah, dan mengikuti standar penanganan bahan pustaka agar koleksi yang masih bisa diselamatkan tidak semakin rusak. Pemulihan perpustakaan menjadi langkah penting untuk memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan layak.
Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu memastikan ruangan perpustakaan benar-benar aman untuk dimasuki, termasuk memastikan aliran listrik dan kondisi struktur bangunan aman. Setelah ruangan aman, seluruh kerusakan di perpustakaan perlu didokumentasikan melalui foto dan catatan agar dapat digunakan sebagai dasar laporan dan rencana restorasi.
Koleksi buku yang basah harus segera ditangani dengan hati-hati. Buku yang terendam tidak boleh langsung dibuka halamannya karena dapat menyebabkan robekan, dan jika terdapat lumpur, buku perlu dibilas perlahan dengan air bersih sebelum ditegakkan untuk dikeringkan. Proses pengeringan dilakukan dengan memanfaatkan aliran udara dari kipas angin, bukan dari pengering panas, sambil menyelipkan kertas penyerap air di antara halaman. Untuk koleksi yang jumlahnya besar, metode pembekuan dapat digunakan untuk menunda kerusakan hingga penanganan lebih lanjut dapat dilakukan. Perangkat elektronik seperti komputer atau pemindai tidak boleh dinyalakan sebelum diperiksa oleh tenaga profesional.
Setelah koleksi diamankan, tahap berikutnya adalah mengeringkan ruangan perpustakaan dengan membuka seluruh ventilasi, menyalakan kipas, dan mengangkat karpet atau perabot berbahan kain agar tidak lembab. Rak kayu perlu dikeringkan secepat mungkin untuk mencegah pelengkungan atau pertumbuhan jamur. Jika jamur mulai muncul, permukaan ruangan harus dibersihkan menggunakan larutan pembersih yang sesuai, dan buku yang terkena jamur harus dibiarkan kering sebelum dibersihkan dengan sikat lembut. Paparan sinar matahari dapat membantu, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak buku.
Ketika seluruh koleksi telah kering, proses restorasi dapat dimulai dengan menjilid ulang buku yang rusak, memperbaiki halaman yang mengerut, membersihkan sisa noda, dan mengganti label katalog yang hilang. Buku yang sudah tidak dapat diselamatkan perlu dikeluarkan dari koleksi dan diganti sesuai kebutuhan. Setelah ruang perpustakaan kembali bersih dan aman, penataan ulang dapat dilakukan, termasuk mengatur jarak antara rak dan dinding agar sirkulasi udara lebih baik serta memperbaiki area perpustakaan yang berpotensi menjadi titik masuk air jika banjir terjadi lagi.
Untuk mitigasi jangka panjang, perpustakaan sekolah dapat menggunakan rak berbahan logam, menyimpan koleksi penting di rak bagian atas, menyiapkan prosedur tanggap bencana, dan menyediakan perlengkapan darurat seperti plastik besar dan alat pengering udara. Dengan langkah-langkah penanganan pasca banjir yang tepat, perpustakaan dapat pulih dengan lebih cepat dan kembali menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
(Pembinaan Perpustakaan)